Selasa, 20 Agustus 2013

Peak Gold, Harga Emas Dan Sirkulasinya…

Di dunia pertambangan dikenal istilah ‘peak’ untuk menggambarkan puncak produksi yang kemudian diikuti dengan penurunan produksi secara terus menerus. Pada hampir semua jenis pertambangan, para ahli tidak pernah bersepakat masalah kapan terjadinya ‘peak’ ini, apakah sudah lewat atau masih akan terjadi. Bagaimana dengan emas ? Apakah sudah terjadi peak gold ? indikator berikut bisa membantu kita memahami fenomenanya.

Data ini saya ambilkan dari Casey Research, yang menggambarkan hasil dari pertambangan-pertambangan emas terbesar dunia berdasarkan grade-nya. Yang disebut grade disini adalah berapa gram emas bisa diperoleh dari setiap ton penambangan bijih emas (Aurum Ore).

Source : Casey Research


Dari grafik di atas kita bisa tahu bahwa ada trend penurunan grade yang significant dari 10 penambang terbesar dunia. Bila 15 tahun lalu (1998) para penambang besar rata-rata masih bisa memperoleh sekitar  4.6 gram dari setiap ton bijih emas , kini hasil tersebut hanya berada pada kisaran 1.1 gram.

Apa artinya ini ?, para penambang-penambang besar kini pada umumnya tinggal mengkorek sisa-sisa dari penambangannya. Sekarang dibutuhkan kerja lebih dari empat kali lebih berat untuk mengambil material yang empat kali lebih banyak – sekedar untuk menghasilkan jumlah emas yang sama dengan 15 tahun lalu.

Apa pengaruh indikator peak gold ini pada harga emas dunia ?, karena kebutuhan emas dunia akan cenderung meningkat setidaknya dengan meningkatnya jumlah penduduk – sementara produksinya cenderung menurun, maka harga jangka panjang emas dunia tentu akan juga cenderung meningkat.

Lantas dengan demikian apakah ini cukup untuk men-justifikasi bahwa emas tidak akan cukup untuk digunakan sebagai uang dunia ? jawabannya adalah tidak ! Emas insyaallah tetap akan cukup untuk digunakan sebagai uang atau timbangan yang adil bagi muamalah penduduk seluruh dunia – karena bukan jumlahlah yang menentukan tetapi sirkulasi atau putarannya.

Itulah sebabnya emas tidak boleh ditimbun, tidak boleh digunakan perhiasan lelaki, tidak boleh untuk alat-alat makan dlsb. agar emas tetap tersedia dalam jumlah cukup untuk beredar dan berperan sebagai uang atau timbangan muamalah yang adil.

Dari sini pulalah perlunya pemahaman fiqih jual beli emas yang sesuai jamannya di era teknologi informasi dan perdagangan dunia ini. Bila jual beli emas dari tangan ke tangan diartikan harus secara fisik pindah dari tangan ke tangan – maka teknologi informasi tidak bisa berperan dalam perdagangan emas. Pengertian pindah dari tangan ke tangan secara fisik juga menjadi sulit diterapkan manakala kita harus mengimpor atau mengekspor emas dalam jumlah besar.

Maka pengertian dari tangan ke tangan berupa berpindahnya akses penggunaan/kontrol atau pengelolaan dari penjual ke pembeli menjadi lebih sesuai untuk jaman ini.  Sama dengan ketika Anda berjual beli gandum satu gudang, kan tidak berarti gandumnya diserahkan secara fisik dari tangan penjual ke Anda sebagai pembeli. Penjual cukup menyerahkan dokumen atau kunci gudang dan Anda sudah menjadi pemilik yang sah atas gandum segudang tersebut.

Dokumen atau kunci gudang di jaman teknologi informasi ini bisa berupa electronic record, password dlsb. yang merepresentasikan kepemilikan yang sah sehingga pembeli bisa memanfaatkan atau mengelola emas atau gandum yang dibelinya dari si penjual.

Melalui sarana teknologi informasi inilah perputaran emas menjadi bisa berjalan jauh lebih cepat, artinya dengan jumlah yang lebih sedikitpun tetapi berputar lebih banyak – dia akan bisa memutar ekonomi secara lebih banyak pula. Dengan kecepatan berputar yang lebih tinggi inilah emas insyaAllah akan tetap cukup untuk digunakan sebagai uang atau timbangan yang adil bagi muamalah penduduk seluruh dunia – meskipun seandainya jumlah emas yang ditambang sudah semakin sedikit ketimbang jumlah penduduk  dunia yang terus tumbuh.

Emas memang kemungkinan besarnya akan terus bertambah mahal – bila dibeli dengan uang kertas yang semakin tidak bernilai, tetapi dia tetap akan bisa secara cukup berfungsi sebagai alat tukar atau timbangan yang adil bagi muamalah barang-barang kebutuhan manusia yang riil – bila dia dikelola sesuai dengan jamannya tanpa harus meninggalkan prinsip-prinsip syariat yang dijamin kebenarannya sepanjang jaman.

Minggu, 28 April 2013

Ancaman (Peluang ?) Dari Negeri-Negeri Jiran…

Oleh : Muhaimin Iqbal

Sepuluh tahun lalu (2003) para pemimpin negara-negara ASEAN menyepakati bahwa 10 negara dalam kawasan ini harus membentuk suatu kesatuan ekonomi yang disebut  ASEAN Economic Community (AEC), target waktu yang ditetapkan saat itu adalah tahun 2020. Empat tahun kemudian (2007), para pemimpin-pemimpin negeri tersebut sepakat untuk mempercepat realisasi AEC ini menjadi tahun 2015. Dua tahun dari sekarang kita akan berada dalam satu kesatuan pasar dan kesatuan basis produksi tunggal ASEAN yang ukurannya sekitar 600 juta orang penduduk. Sayangnya mayoritas kita tidak sadar ancaman atau peluang kah yang sudah ada di depan mata itu !

Apakah AEC akan menjadi pluang atau ancaman, tergantung seberapa kuat persiapan kita dan seberapa tajam kita melihat peluang pasar tunggal ASEAN tersebut. Tergantung pula dengan persiapan dan ketajaman penglihatan tetangga -tetangga kita dalam melihat pasar yang sama. Bila kita lebih siap dan lebih tajam dalam melihat peluang – maka pasar tunggal ini akan menjadi peluang kita. Tetapi sebaliknya juga demikian, bila mereka yang lebih dahulu siap dan lebih tajam melihat peluangnya – maka ini peluang mereka dan kita yang menjadi korbannya.

Untuk bisa mempersiapkan diri dan melihat peluangnya, kita harus tahu dahulu apa itu AEC. Berikut adalah apa dan bagaimana AEC itu – yang seharusnya banyak-banyak dijelaskan pemerintah negeri ini kepada rakyatnya agar kita melakukan persiapan sejak 10 tahun lalu (2003) ketika gagasan AEC mulai disetujui pemerintah kita waktu itu.

AEC adalah untuk membentuk pasar dan basis produksi tunggal di seluruh negara-negara ASEAN. Ini akan meliputi lima elemen utama yaitu :

1.     Free flow of goods - bebas aliran barang
2.     Free flow of services – bebas aliran jasa
3.     Free flow of investment – bebas aliran investasi
4.     Freer flow of capital – aliran modal yang lebih longgar
5.     Free flow of skilled labor - bebas aliran tenaga trampil

Kesatuan pasar dan basis produksi tersebut awalnya akan berlaku untuk 12 sektor yang diprioritaskan, yaitu :

1.     Agro-based products
2.     Air transport/travel
3.     Automotive
4.     E-ASEAN (E-Commerce)
5.     Electronics
6.     Fisheries
7.     Healthcare
8.     Rubber-based products
9.     Textile and apparel
10.   Tourism
11.   Wood-based products and logistics
12.   Food, agriculture and forestry

Ketika pasar tunggal ASEAN ini berlaku dua tahun lagi dari sekarang, dengan segudang kebebasan dari sektor-sektor yang ditarget awal tersebut – kita akan menjadi sasaran empuk untuk menjadi pasar bagi produk barang maupun jasa dan juga tenaga trampil dari negeri-negeri jiran.

40 % dari sekitar 600 juta penduduk di pasar tunggal ASEAN itu adalah penduduk Indonesia. Bayangkan perusahaan-perusahaan canggih di Singapore dan Malaysia yang merupakan tetangga terdekat kita - yang selama ini pasarnya terbatas tetapi mereka sangat siap untuk ekspansi ke pasar yang lebih besar – tiba-tiba pasar itu akan terbuka lebar untuk mereka.

Bayangkan kalau seandainya Anda kini adalah eksekutif pemasaran dari perusahaan makanan di Singapore yang penduduknya hanya sekitar 5 juta, atau bahkan di Malaysia yang penduduknya hanya sekitar 30 juta – kemudian Anda tahu bahwa dua tahun dari sekarang (kenyataannya mereka sudah tahu sejak 10 tahun lalu – mereka total punya persiapan waktu 12 tahun !) akan ada tambahan pasar sebesar 245 juta jiwa dari Indonesia saja, apa yang akan Anda lakukan ?. Pasti Anda sudah ancang-ancang di garis start sejak lama, tinggal menunggu peluit ditiup dan Anda akan berlari kencang menyerbu pasar Anda – yaitu negeri ini !

Bagi para pemain pasar di Singapore yang semula melayani domestik pasarnya seukuran 5 juta penduduk, pasar tunggal ASEAN dengan 600 juta penduduk adalah suatu pasar yang ukurannya 120 kali lebih besar dari pasar mereka semula. Maka tidak mengherankan peluang AEC ini menjadi peluang yang digarap secara luar biasa oleh para pemain mereka.

Demikian pula dengan para pemain di Malaysia, semula pemain domestiknya hanya memiliki pasar yang ukurannya 30 juta penduduk. Pasar tunggal ASEAN akan memberi mereka pasar yang ukurannya 20 kali lebih besar – maka juga tidak mengherankan mereka membuat persiapan yang sangat serius sejak sepuluh tahun lalu.

Lha bagi kita, kita sudah terbiasa dengan pasar yang ukurannya 245 juta penduduk. Pasar tunggal ASEAN ‘hanya’ memperbesar pasar kita menjadi 2.5 kalinya yaitu menjadi 600 juta penduduk. Barangkali karena size ini yang membuat kita terlena untuk melakukan persiapan yang seharusnya.

Bila saja kita tidak tertarik dengan perluasan pasar ini – itu sebenarnya juga tidak terlalu masalah. Namun yang akan menjadi masalah, pasar tunggal ini adalah seperti kompetisi internasional – bila kita tidak bisa menang, maka kita akan kalah. Kalau kita kalah, maka apa yang akan terjadi ?

Sebagai manajer professional, sebagai buruh ataupun sebagai pengusaha – Anda bisa kehilangan pekerjaan atau usaha Anda gara-gara berlakunya AEC ini !, begitu seriuskah ? Memang bisa jadi  serius !

Dengan berlakunya AEC 2015, tenaga trampil dari negeri-negeri jiran di ASEAN bebas bekerja di negeri ini. Bila Anda para professional – bila Anda tidak siap, maka saat itulah Anda bisa kehilangan pekerjaan Anda.

Para buruh bisa kehilangan pekerjaan melalui skenario yang lain lagi, yaitu karena adanya kesepatakan basis produksi tunggal. Dengan kesepakatan ini barang yang diproduksi di Thailand, Vietnam dlsb. akan dengan mudah masuk ke pasar kita semudah barang yang diproduksi di Bekasi atau Tangerang.

Bila sedikit saja ada masalah perburuhan di tempat Anda bekerja yang ada di wilayah Jabodetabek ini misalnya, para pabrikan akan dengan mudah memindahkan pabriknya ke Thailand, Vietnam dlsb. toh mereka tetap akan mudah memasukkan barangnya ke Indonesia - semudah ketika pabrik mereka masih di Indonesia. Saat itulah Anda para buruh akan kehilangan pekerjaan Anda.

Mirip dengan pola yang sama, para pengusaha bisa dengan mudah kehilangan usahanya – manakala dia kalah efisien dalam business model-nya dengan para pemain dari negeri-negeri Jiran.

Itulah kurang lebih gambaran yang akan terjadi di negeri ini 2015, serbuan pemain-pemain canggih yang lebih siap dari negeri-negeri jiran yang telah melakukan persiapan maksimal bisa jadi akan menyerbu pasar ini, Siapkah kita ?

Barangkali Anda bertanya : Untuk masalah seserius ini kok kita tidak medengar berita, pengarahan, strategi dlsb. dari pemerintah atau instansi-instansi terkait di negeri ini ? Jawabannya adalah kita harus bisa me-‘maklumi’-nya !

Ketika AEC pertama kali disepakati para pemimpin ASEAN tahun 2003, saat itu para pemimpin kita sedang siap-siap untuk pemilu 2004. Setahun kemudian Pemilu 2004 menghadirkan pemerintahan baru, lengkap dengan seluruh menterinya yang juga baru. Walhasil AEC belum sempat disosialisasikan oleh pemerintahan yang semula ikut menyepakati AEC  ini di tingkat ASEAN.

Ketika tahun 2007 pemimpin-pemimpin ASEAN sepakat untuk mempercepat AEC menjadi 2015 – kabinet yang ada saat itu juga belum sempat memberi arahan ke masyarakat dan mensosialisasikan AEC ini sudah keburu Pemilu 2009. Pemilu 2009 juga menghasilkan kabinet baru, yang belum sempat mensosialisasikan ke masyarakat tentang AEC ini – dan kita sudah keburu lagi menghadapi pemilu 2014 tahun depan.

Pas due-nya AEC berlaku 2015 nanti, pemerintahan kita sampai presidennya akan baru lagi – dan kira kira belum berumur satu tahun saat itu. Kita lagi-lagi harus ‘maklum’ bahwa tentu mereka belum sempat memikirkan strategy menghadapi AEC ini.

Memang kita tidak harus pesimis, ibarat mau berkompetisi secara internasional – pemerintah kita mungkin tidak sempat mempersiapkan ‘pelatnas’-nya untuk kita. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan persiapan-persiapan yang kita butuhkan.

Di pasar yang ukurannya 2.5 kali dari pasar kita sekarang – kita juga bisa menjadikannya sebagai peluang untuk tumbuh lebih cepat. Untuk ini yang dibutuhkan adalah persiapan yang lebih matang – sematang atau bahkan lebih matang dari para pemain di negeri-negeri jiran tersebut. Hanya saja karena persiapan kita   ‘agak’ telat, maka kita perlu kerja ekstra keras untuk mengejar ketinggalan yang ada.

Selain itu kita juga harus pinter-pinter mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang kita miliki yang tidak dimiliki atau kurang dimiliki pesaing kita di 9 negara ASEAN lainnya.

Di sektor-sektor agro-based products, rubber-based products, fisheries, wood-based products, food, agricultural and forestry mestinya kita bisa unggul karena mayoritas resources-nya ada di kita.

‘Alhamdulillahi ‘ala kulli haal’, InsyaAllah pasar dan basis produksi tunggal ASEAN (AEC) bukan hanya ancaman bagi kita – tetapi tetap bisa menjadi peluang yang tidak kalah menariknya. Untuk ini kita perlu kerja keras, kerja cerdas dan tentu selalu memohon petunjuk dan pertolonganNya !.

Senin, 15 April 2013

‘Wag The Dog’ Harga Emas…

Oleh : Muhaimin Iqbal
Ada Joke yang dimulai dengan pertanyaan : ‘mengapa anjing suka mengibaskan ekornya ?’, jawabannya adalah ‘karena anjing lebih cerdas dari ekornya’. Kalau saja si ekor lebih cerdas dari anjingnya maka bisa jadi si ekorlah yang mengibaskan anjing – bukan sebaliknya. Perandaian ini yang kemudian dalam bahasa Inggris memunculkan idiom ‘Wag the Dog’ – si ekor yang mengibaskan anjingnya. Fenomena penurunan harga sangat tajam yang terjadi di pasar emas global dalam beberapa hari terakhir adalah fenomena yang mirip dengan ‘Wag the Dog’ ini

Dalam bahasa Inggris idiom ‘Wag the Dog’ adalah untuk menggambarkan pengelabuan perhatian secara sengaja dari sesuatu yang besar dan nyata kearah sesuatu yang direkayasa dan tidak nyata.

Idiom tersebut bahkan diangkat menjadi sebuah film komedi terkenal di tahun 1997 dengan judul ‘Wag the Dog’. Film ini tentu saja fiksi tetapi nampaknya terinspirasi oleh beberapa kejadian sesungguhnya di Amerika dalam suatu era pemerintahan beberapa tahun sebelumnya. Diceritakan disitu bahwa bagaimana seorang incumbent president yang sedang akan mencalonkan kembali untuk periode kedua kalinya, melakukan segala cara untuk sekedar memperbaiki namanya yang telah rusak oleh skandal perempuan.

Agar perhatian publik beralih dari skandal yang dialaminya, sang presiden menunjuk team khusus untuk membuat serangkaian berita yang dapat mengalihkan perhatian publik. Lebih dari itu berita ini harus bisa membalik arah membuat sang incumbent president menjadi pahlawan bagi negerinya.

Maka team khusus tersebut mendekati seorang produser di Hollywood untuk memalsukan sebuah perang. Dipilihlah negeri kecil yang jauh antah berantah sebagai musuhnya – yaitu Albania. Dibuatlah alasan perang dadakan ini bahwa Albania seolah menjadi sarang teroris sehingga perlu diserang secara tiba-tiba.

Tetapi perang, kejadiannya, tokoh-tokoh-nya semua rekaan Hollywood dan dibuat di dalam sebuah studio film. Ketika film ‘berita perang’ ini kemudian didistribusikan di media masa, semua media memuatnya lengkap dengan berbagai bumbu-bumbu seolah kejadian perang tersebut bener-bener nyata,  dan publik-pun mempercayainya.

Message-nya adalah, bahkan ‘sebuah perang’ bisa dibuat dalam studio dan cukup untuk membalik arah dari tokoh yang sebenarnya tidak lagi layak pilih karena kelakuannya, tiba-tiba berubah menjadi pahlawan nasional yang layak untuk memimpin negeri. Sebuah cerita reka-an yang mampu menggerakkan publik utuk memilih presiden – yang sesungguhnya sudah tidak lagi layak memimpin.

Lantas apa kaitannya cerita ‘Wag the Dog’ tersebut dengan runyamnya harga emas beberapa hari terakhir ?. Coba seandainya Anda merem dan menutup telinga. Tidak melihat/membaca berita dan tidak pula mendengarnya melalui radio. Kemudian di hadapan Anda disajikan fakta yang sesungguhnya yaitu sebongkah emas fisik dan segepok uang kertas Dollar. Mana yang Anda pilih ?, hampir pasti kebanyakan orang akan memilih emas.

Tetapi sekarang buka mata dan telinga Anda, baca seluruh berita dan analisa. Kemudian disajikan kembali kepada Anda sebongkah emas fisik dan segepok uang kertas Dollar. Maka untuk saat ini mungkin pilihan Anda akan berubah, Dollar akan mengkin menjadi pilihan Anda saat ini. Mengapa ?

Karena somewhere di luar sana ada yang lagi membuat ‘film perang di dalam studio’ – ada yang lagi membuat ‘Wag the Dog’. Segelintir pemain yang membuat skenario kejatuhan harga emas dunia untuk kepentingan mereka – menutupi kondisi ekonomi dan moneter dunia yang sesungguhnya. Dan sayangnya ketika ‘film dari studio’ ini diputar – seluruh pasar mempercayainya – sehingga harga emas bener-bener jatuh !.

‘Film dari studio’ ini bercerita tentang dihentikannya Quantitative Easing dari the Fed-nya Amerika, tentang Cyprus yang harus menjual cadangan emas negerinya untuk bisa sekedar survive dari keterpurukannya, negeri-negeri lain yang seolah akan harus mengikuti jejak Cyprus untuk menjual cadangan emasnya dlsb.dlsb. semua ceritanya lengkap dan cukup untuk ‘Wag the Dog’ seluruh pasar emas dunia.

Tetapi apakah semua pemain pasar akan termakan propaganda tersebut ? Nampaknya tidak. Pemain sekaliber HSBC misalnya, di tengah kepanikan jual di pasar emas kemarin merilis pernyataan tentang posisinya bahwa emas tetap menjadi portfolio yang menarik untuk diversifikasi aset dan pelindung terhadap skenario inflasi tertentu.Terlepas dari jatuhnya harga emas ini, kami tidak akan meniadakan pentingnya emas dalam portfolio aset keseluruhan kami. Kami tetap mempertahankan 8 % posisi emas taktis di dalam alokasi aset kami” kata mereka di HSBC.

HSBC rupanya tidak ikut terkibaskan oleh skenario ‘Wag the Dog’-nya segelintir pemain yang ‘mengatur’ kejatuhan harga emas dunia ini. Dengan pandangan jernih pula, insyaAllah kita tidak akan  ikut 'terkibaskan' oleh skenario yang sama  - kita tahu siapa yang sesungguhnya layak memimpin dunia dalam jangka panjang - emaskah ? atau Dollar ?.

Minggu, 14 April 2013

Harga Emas Dalam Perspektif Jangka Panjang…

Oleh : Muhaimin Iqbal
Semalam harga emas turun tajam – paling tajam sejak saya mulai mengamati langsung pergerakan harga emas dunia lima tahun terakhir. Dalam situasi seperti ini, pasti banyak pertanyaan dari masyarakat pengguna emas atau Dinar. Ada apa sebenarnya ?, apa yang harus dilakukan ? kemana arah selanjutnya ? dlsb. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan lebih mudah dijawab bila kita lihat harga emas ini dalam perpektif jangka panjang dan dalam perspektif ekonomi yang lebih luas.

Sumber : BPS, IDX, Kitco & GeraiDinar
Saya akan gunakan data dua puluh tahun terakhir dan belajar juga dari luar pasar emas, yaitu dengan saudara-nya yang mirip - pasar saham. Untuk era modern ini pasar saham lebih mateng dari pasar emas karena para pemainnya adalah korporasi-korporasi besar dunia. Bila di Indonesia ya perusahaan-perusahaan besar Indonesia.

Selama dua puluh tahun terakhir, setidaknya saya melihat tiga kali penurunan besar di pasar saham yaitu selama krisis 1997-1998 (turun 38%), krisis di awal reformasi tahun 2000 (turun 42%) dan terakhir pengaruh krisis finansial global tahun 2008 (turun 51%).

Pada periode yang sama, harga emas atau dalam hal ini saya setarakan Dinar mengalami dua kali penurunan besar yaitu tahun 1999 (turun 27%) dan yang sekarang sedang terjadi (sudah turun 14% dari harga tertingginya 2011).

Apa Penyebabnya ?

Kenaikan harga saham mestinya sejalan dengan pertumbuhan perusahaan-peusahaan yang tercatat di bursa saham. Karena yang tercatat di bursa saham umumnya perusahaan-perusahaan besar yang memegang peran penting pada ekonomi suatu negara, maka pertumbuhan bursa saham mestinya juga seiring dengan pertumbuhan ekonomi negeri yang bersangkutan.

Bila pertumbuhan ekonomi rata-rata misalnya 6 %, tetapi Index Harga Saham Gabungan melonjak jauh di atas angka ini, maka bisa jadi kenaikan ini bukan karena faktor fundamental – tetapi lebih karena faktor sentimen pasar yang dengan mudah akan terkoreksi bila sentimen tersebut berbalik arah. Itulah umumnya yang terjadi pada setiap penurunan besar di bursa saham yang tercermin dalam grafik tersebut di atas.

Bila saham mestinya seiring dengan pertumbuhan ekonomi, tidak demikian dengan harga emas. Emas berada di pasar komoditi dan emas juga merupakan cermin dari harga barang-barang. Oleh karenanya kenaikan harga emas, seharusnya mencerminkan kenaikan harga barang-barang pada umumnya. Atau dengan kata lain kenaikan harga emas mestinya sejalan dengan inflasi.

Bila kita asumsikan inflasi rata-rata itu juga hanya 6 %, maka kenaikan harga emas yang terlalu tinggi  - seperti yang sempat mencapai kenaikan 53 % dari 2010 ke 2011- bukan merupakan kenaikan yang didukung oleh faktor fundamental yang wajar. Pendorongnya lebih banyak karena faktor sentimen pasar.

Dalam hal harga emas sentimen pasar yang melonjakkan harga emas itu adalah kebijakan Quantitaive Easing (QE) dari the Fed-nya Amerika Serikat. Kebijakan QE 1 yang dilakukan Amerika tahun 2008 membuat harga emas melonjak 33 % di tahun 2008, QE 2 yang dilakukan tahun 2010 membuat harga emas melonjak 53 % di tahun 2011. QE 3 di tahun 2012 belum sempat mengangkat pasar ketika isu dihentikannya program QE mulai merebak di pasar.

Sebagaimana sentimen QE melonjakkan harga emas selama 2008- 2011, maka ketika sentimen QE ini menghilang, harga emas seperti roket yang terhempas jatuh karena hilangnya daya dorong - itulah yang terjadi saat ini di pasar emas dunia tidak terkecuali Indonesia !


Lantas Apa Yang Perlu Kita Lakukan ?

Lagi-lagi kita bisa belajar dari saudara tua pasar emas yaitu pasar saham. Para pemain baru – yang umumnya individu – di pasar saham, mereka panik ketika harga saham jatuh. Dalam kondisi ini mereka justru menjual saham dan meninggalkan pasar saham, mereka inilah yang paling merugi karena yang tadinya baru potential loss (ketika harga saham jatuh) diubah menjadi actual loss (ketika saham dijual pada saat harga jatuh).

Pemain-pemain yang bersifat long term – umumnya perusahaan-perusahaan yang memiliki track record panjang di bursa saham – mereka mencatat dan memperhitungkan potential loss ini – tetapi mereka tidak meng-actual-kan loss-nya karena mereka tidak menjual ketika harga saham jatuh. Karena perpektifnya yang lebih jauh, mereka-mereka inilah yang diuntungkan ketika terjadi rebound di pasar saham seperti yang terjadi dalam 5 tahun terakhir – sejak kejatuhannya di tahun 2008.

Maka demikian pula yang bisa dilakukan oleh para pengguna emas atau Dinar. Penurunan yang significant sekarang tentu menjadi potential loss bagi emas atau Dinar Anda (terutama yang membelinya ketika harga tinggi di tahun 2011 dan sesudahnya), tetapi potential loss ini baru akan menjadi kerugian yang sesungguhnya – actual loss – bila Anda menjual selagi harga emas rendah seperti sekarang ini.

Bila Anda bertahan sekarang untuk perspektif jangka panjang, maka ketika harga emas rebound – InsyaAllah Anda pula yang akan diuntungkan.


Apakah Harga Emas Masih Akan Turun Terus ?

Untuk jangka pendek kemungkinan itu tentu ada karena seperti roket yang kehilangan daya dorong tersebut di atas. Namun sama dengan harga saham yang jatuh berkali-kali-pun tetap bisa bangkit kembali karena sejauh ekonomi suatu negara tetap tumbuh, harga saham mestinya juga tetap bisa tumbuh (kembali) – sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Demikian halnya dengan harga emas, sejauh inflasi atau kenaikan umum harga barang-barang masih terjadi di suatu negeri – maka emas tidak terkecuali, dia akan ikut naik sejalan dengan inflasi itu.

Meskipun saya gunakan pembelajaran dengan harga saham untuk memahami penurunan harga emas kali ini, tidak berarti lantas saya menganjurkan investasi saham dan produk-produk turunannya meskipun sekarang lagi sangat menggiurkan hasilnya. Karena bila koreksi itu terjadi seperti yang pernah terjadi 3 kali dalam dua dasawarsa terakhir, maka koreksi itu akan menyakitkan – sebagaimana yang kita alami kini untuk koreksi harga emas.

Tetapi apakah emas lebih baik ?, mungkin ini subjektif tetapi agar tidak subjektif silahkan perhatikan kinerja keduanya di grafik tersebut di atas – dan Anda bisa tarik kesimpulan Anda sendiri. Saya tidak pernah mengatakan bahwa investasi emas itu adalah investasi terbaik, karena emas bukan instrumen investasi yang sesungguhnya – emas lebih merupakan instrumen untuk mempertahankan nilai.


Lantas Apakah Investasi Terbaik Itu ?

Yang terbaik adalah investasi yang tidak hanya berorientasi untung rugi, yang tidak terbatas pada penciptaan nilai (value creation) , yang terbaik adalah investasi yang membawa misi dan membangun nilai-nilai. Seperti apa bentuk konkritnya ?.

Bayangkan kalau Anda berinvestasi pada lahan, kemudian di atas lahan tersebut Anda tanami dengan tanaman pangan yang akan dibutuhkan untuk umat sekarang dan yang akan datang. Setiap Anda datangi lahan tersebut dan menyirami tanaman diatasnya, Anda niatkan untuk memberi makan di hari kelaparan – memberi makan bagi dunia. Maka seperti inilah investasi terbaik itu, jenisnya bisa sangat banyak dan ada di berbagai bidang – tidak harus pertanian.

Intinya adalah sektor riil yang menciptakan lapangan kerja, meng-create produk, memberi solusi atas masalah yang ada di masyarakat, memenuhi segala kebutuhan manusia di jaman ini dan nanti. InsyaAllah.

Selasa, 08 Januari 2013

Harga Emas : Tidak Terlalu Tinggi dan Tidak Terlalu Rendah…

Gunjang-ganjing harga emas dunia terjadi pada akhir pekan lalu ketika harga emas jatuh dibawah US$ 1,630/ozt sebelum akhirnya balik ke angka US$ 1,650-an. Rentang harga yang jauh ini terjadi karena pasar sempat panik setelah di-release-nya catatan pertemuan the Fed, bahwa QE -3 mungkin akan diakhiri tahun ini. Untuk sesaat pasar meresponnya dengan sentimen negatif berupa aksi jual emas karena harga emas diduga akan terus turun bila the Fed tidak lagi mencetak uang terus menerus dari awang-awang. Tetapi apa yang kemudian mendorong harga naik kembali dalam beberapa jam kemudian ?

Segera setelah pasar berfikir logis, bahwa secara fundamental problem ekonomi Amerika belum banyak berubah – bahwa segudang masalah masih menghadang di depan mata, maka pasar emas-pun kembali ke harga yang menurut saya wajar.

Tiga masalah utama yang dihadapi pemerintah Amerika saat ini adalah rencana pemotongan belanja dalam jangka panjang, peningkatan pendapatan dan kesepakatan  batas atas pinjaman. Untuk mengatasi masalah yang terakhir misalnya , yaitu proses negosiasi batas atas pinjaman negeri itu yang dilakukan di musim panas tahun 2011 lalu – telah mendorong harga emas naik ke angka tertingginya sepanjang sejarah – sempat menyentuh angka US$ 1,900/ozt di awal September 2011.

Batas atas pinjaman yang kini dipatok pada angka US$ 16.4 trilyun itu telah habis lagi terpakai sampai akhir 2012 lalu. Saat ini pemerintah negeri itu sedang berusaha dengan berbagai cara untuk mengatasi masalah hutang yang sudah mentog ini, tetapi kemungkinan hanya akan bertahan dua bulan sampai akhir bulan depan.

Negosiasi yang alot akan kembali terjadi mulai dalam beberapa pekan kedepan dan pasar berharap-harap cemas akan apa yang kemungkinan terjadi. Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services bahkan sudah mengeluarkan warning bahwa ada kemungkinan mereka menurunkan rating pinjaman negeri itu bila masalah kesepakatan penurunan defisit tidak tercapai.

Dengan berbagai isu tersebut di atas, memang dalam jangka pendek harga emas dunia mudah bergejolak dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Namun setelah mengamati pergerakan harga emas ini dalam lima tahun terakhir, saya menjadi semakin yakin bahwa emas itulah uang yang sesungguhnya. Dia bisa naik tinggi tetapi tidak terlalu tinggi, atau turun rendah tetapi juga tidak terlalu rendah.

Mengapa demikian ?, atas kuasa Allah kepemilikan emas itu relatif menyebar ke seluruh pelosok dunia. Amerika-pun yang berusaha menguasai emas dunia sejak lebih dari setengah abad terakhir, penguasaan mereka hingga kini tidak lebih dari 5% dari emas dunia. Kepemilikan yang menyebar ini membuat tidak ada satu pihak-pun yang terlalu dominan di pasar.

Walhasil pasar emas dunia merupakan pasar yang paling mendekati pasar sempurna dalam  mekanisme pembentukan harganya. Ketika sentimen orang beli meningkat, stok relative tetap – maka harga melonjak. Ketika sudah cukup tinggi, pemilik stok merasa waktunya melepas stoknya – meningkatkan jumlah supply yang available untuk dijual – harga kembali turun, begitu pula sebaliknya.

Karena mekanisme pembentukan harga  yang terjaga mendekati pasar sempurna inilah maka emas menjadi uang yang paling adil. Daya beli Dinar emas misalnya tidak akan melonjak sampai cukup untuk membeli sapi, tetapi juga tidak akan turun sampai hanya cukup untuk membeli ayam. Harga Dinar tetap berada di kisaran harga kambing selama ribuan tahun. Berspekulasi dengan harga emas secara umum tidak akan membuat seseorang menjadi kaya – karena harga emas yang tidak bisa terlalu tinggi itu tadi.

Positioning emas yang paling pas untuk saat ini adalah sebagai unit of account, store of value dan bila sudah memungkinkan juga menjadi medium of exchange.

Sebagai unit of account dia akan terus dapat menimbang secara adil nilai barang-barang kebutuhan manusia sepanjang jaman, naiknya harga dia seiring naiknya komoditi lain – demikian pula dengan turunnya harga dia seiring turunnya harga-harga komoditi lain. Kemudian tinggal menyisakan faktor supply and demand – yaitu fitrah pembentukan harga di pasar.

Sebagai store of value, emas berulang kali menunjukkan fungsinya yang sangat efektif melindungi asset rakyat manakala pemerintah –pemerintah dunia gagal melindunginya. Untuk fungsi ini Anda bisa tes menggunakan Kalkulator Dinar  yang saya perkenalkan di menu situs ini sejak kemarin.

Di Indonesia di awal krisis 1997, harga 1 Dinar Rp 133,900,- di puncak krisis ketika pemerintah saat itu tidak bisa mengendalikan daya beli uang Rupiah kita, tahun 1998 harga Dinar ikut melonjak menjadi Rp 418,300. Dinar melompat proporsional harganya seiring dengan penurunan daya beli Rupiah saat itu.

Sepuluh tahun kemudian, ketika Amerika mulai dilanda krisis sub-prime mortgage hal yang sama terulang di negeri lain yang katanya perkasa. Sebelum krisis 2007, harga 1 Dinar setara US$ 89,-, pada krisis yang pertama tahun 2008, harga Dinar melonjak menjadi US$ 123,-. Dan hingga kini, respon atas ketidak mampuan negeri itu mengelola uangnya – yang menjadi reserve currency dunia, harga Dinar berada di kisaran angka US$ 235,- atau naik 164 % dalam lima tahun krisis financial Amerika.

Setelah dua dari tiga fungsi uang yaitu unit of account dan store of value terbukti diperankan dengan sangat efektif oleh emas, maka tinggal satu fungsi saja yang nantinya akan terjadi dengan sendirinya yaitu sebagai medium of exchange atau alat tukar.

Setelah dunia lelah bereksperimen dengan uang fiat berabad-abad lamanya, kegagalan demi kegagalan, eksploitasi demi eksploitasi – maka masyarakat yang cerdas dunia insyaAllah akan kembali pada yang fitrah, mata uang yang adil sepanjang jaman yaitu satu-satunya mata uang yang berperan paripurna dalam ketiga fungsinya – unit of account, store of value dan medium of exchange. InsyaAllah.

Rabu, 26 September 2012

Menduga Harga Emas Dengan Dollar Base Money…

Banyak cara orang untuk memprediksi harga emas kedepan, semuanya memiliki argumennya sendiri. Maka melalui tulisan ini saya perkenalkan cara yang menurut saya sendiri cukup akurat. Saya menggunakan teori supply and demand yang sederhana saja. Bila Dollar dan emas kita anggap sebagai barang dengan supply and demand-nya masing-masing, maka interaksi keduanya akan membentuk harga yang menarik.

Untuk keperluan ini saya gunakan data supply uang yang paling dasar yaitu yang disebut base money atau the monetary base. Ini adalah uang yang paling likwid yang terdiri dari uang koin, uang kertas dan cadangan bank komersial di bank sentral. Data untuk base money Dollar saya ambil dari datanya the Fed.

Data ini kemudian saya padukan dengan data harga emas internasional yang disajikan oleh Kitco. Untuk keperluan analisa sederhana ini saya hanya ambil data per enam bulan – sejak pertengahan tahun 2008 sampai sekarang. Tahun 2008 saya pilih karena tahun tersebut adalah tahun dimana konsep Quantitative Easing mulai diperkenalkan, jadi penggelembungan uang Dollar terjadi mulai tahun itu.

Perhatikan sekarang perkembangan US$ base money yang saya padukan dengan pertumbuhan harga emas dalam grafik berikut :

Base Money vs Gold

Secara kasat mata dua grafik tersebut sangat berhubungan satu sama lain. Hubungan ini dalam statistik bisa dilihat dari correlation coefficient-nya yang sampai 99.87%, artinya kurang lebih ya sangat sangat berhubungan.

Nah sekarang kita amati yang garis base money dahulu, mengapa base money Dollar melonjak menjadi lebih dari tiga kalinya dari pertengahan tahun 2008 (US$ 833 Milyar) menjadi US$ 2,615 Milyar pertengahan tahun ini ?. Antara lain karena selama periode ini ada dua kali QE yait QE 1 dan QE 2 yang masing-masing nilainya US$ 600 Milyar.

Dapat kita katakan bahwa QE ternyata membawa peningkatan base money yang lebih besar dari jumlah QE itu sendiri. Bila total QE dari 2008 sampai dengan pertengahan tahun ini hanya US$ 1,200 Milyar ; US base money-nya ternyata bertambah sebesar US$ 1,782 atau mendekati 1.5 kalinya.

Kita lihat harga emas dalam periode yang sama tersebut melonjak dari US$ 899/Ozt ke US$ 1,600. Atau secara rata-rata setiap tambahan 1 Milyar Dollar base money, menaikkan harga emas dunia dalam Dollar sebesar sekitar US$ 0.65/Ozt.

Sekarang kita lihat kedepannya seperti apa kira-kira harga emas dunia dalam Dollar. QE III atau yang di pasar disebut QE-infinity, intinya merupakan rencana the Fed untuk mebanjiri ekonomi Amerika dengan tambahan US$ 40 Milyar/bulan tanpa batas yang ditentukan. Untuk sementara  ini batas itu diperkirakan 2015 saat mereka berharap ekonominya pulih.

Jadi dari sekarang sampai akhir 2014 akan ada 27 bulan kali US$ 40 milyar atau US$ 1,080 Milyar uang baru ditambahkan oleh the Fed ke ekonomi Amerika. Bila dampaknya ke base money sama dengan QE 1 dan QE 2, maka dari sekarang sampai akhir 2014 akan ada kenaikan Dollar base money sebesar 1.5 x US$ 1,080 Milyar atau US$ 1,620 Milyar.

Dari sini kita bisa hitung harga emas sampai akhir 2014 kira-kira akan bertambah 0.65 x US$ 1,620 atau bertambah sekitar  US$ 1,053/Ozt. Kalau sekarang harga emas di kisaran US$ 1,760/Ozt, maka akhir 2014 harga emas dunia akan berkisar di angka US$ 2,813/Ozt atau akan mengalami pertumbuhan mendekati 60% dari sekarang.

Namanya juga dugaan, tentu saya bisa saja keliru. Tetapi yang jelas palu the Fed sudah diketok, QE-Infinity sudah digelindingkan. Kita hanya tahu apa dampaknya QE ini terhadap harga emas - yang berarti juga daya beli uang kertas kita - dari apa yang sudah terjadi dengan dua QE sebelumnya. Maka apa salahnya kita belajar dari apa yang sudah terjadi ini, kemudian kita memproteksi diri dari dampak buruknya yang sudah terbukti selama ini. Wa Allahu A’lam.

Selasa, 14 Agustus 2012

LEBARAN

Menjelang  hari  raya  Idul Fitri  semua  muslim  sibuk  mempersiapkan  hari raya besar  ini dengan cara yg berbeda sesuai  dengan  butuhannya masing - masing .
Mesjid - mesjid  besar mulai dipenuhi dengan orang - orang yg beritikaf dimalam hari, tidak kalah dengan pusat perbelanjaan / mall yg membuat program acara belanja sampai tengah malam ( late night shopping)  tawaf at the mall ..


Yang  paling  menyenangkan  adalah untuk kita yg tinggal  didaerah  yg  akrab dengan  kemacetan adalah jalan - jalan  mulai  sepi ,lenggang , karena sudah  mulai  banyak  yang  mudik , untuk  Jakarta ini adalah sebuah  kemewahan  kenikmatan  bagi  yg  tidak  mudik .


Bagi saya mempersiapkan lebaran ..seperti pada umumnya orang muslim indonesia ... cukup sibuk dari membersihkan dan merapihkan rumah dengan sedikit berbeda ...lebih special ...Karena  nanti akan ada acara silahtuhrahmi  dengan  keluarga besar...lalu  mempersiapkan  makanan wajib yg hampir diseluruh rumah  yg  merayakan  lebaran di jakarta pasti ada ... ketupat and friends  (Sayur ketupat, Semur daging, opor ayam, sambel goreng ati, dll ) dan  kue - kue  kering  seperti  nastar, kastengel , putri salju ........hmmmm sedap .

Biasanya baju  lebaran untuk semua anggota keluarga  sudah  siap di minggu  pertama ramadhan.....  siap sekali yaaa ?  karena  berdasarkan  pengalaman, menjelang lebaran hampir semua pusat perbelanjaan penuh sesak dan ukuran ( size ) pakaian  juga sudah tidak lengkap, bahkan habis sama sekali , alhasil beli seadanya dengan harga yg mahal .

Untuk  Baju  Lebaran ini memang ada yang pro dan kontra ... secara pribadi saya memilih mazhab pakai baju baru... dasarnya  ? karena  terkadang saya membeli dan memakai pakaian baru tanpa ada momen spesial, jadi mengapa di hari Raya Idul fitri  yang sangat  special  ini  saya  tidak  memakai  baju yg baru ?   (pembenaran.dot.com) .

Menghadapi lebaran  ini, pengeluaran  benar-benar  seperti kran mengalir deras, banyak alasan untuk keluar uang...  tentunya kita harus  pandai pandai  mengatur  dan menahan  diri...seharusnya  bisa ya karena sudah latihan puasa selama sebulan menahan nafsu ....InsyaAllah .


Persiapan yang tidak  kalah  pentingnya adalah... mental dan fisik untuk  lebih  cekatan  dan tangguh,   karena  akan  ditinggalkan  oleh  ...asisten mbak - mbak tercinta....siap tempur menjadi super woman.. multi tugas rangkap ya pembantu, ya koki, suster, satpam,  guru, supir.... aaaaaargh ...betapa sangat berartinya asisten ... meringankan dan membantu hidup  lebih mudah ... ....cepat kembali ya mbak... kami merindukanmu...

Sebenarnya ada hikmah besar selama  ditinggalkan asisten , yaitu kita menyentuh kembali seluk beluk rumah kita yg selama ini dipercayakan bulat 100% kepada mereka dan hikmah yg utama buat saya adalah ' lebih dekat ' dengan  keluarga inti, suami dan anak - anak ...masak bareng, mencuci & menjemur  bersama, menyapu dan mengepel together...judulnya " Indahnya  ditinggal  Asisten" ...walaupun badan rasanya gemereteeeek....remuk redam....( langsung teringat  mak pijit   )

Bulan ramadhan ini adalah peluang emas, waktunya kita menambah (top up) investasi akhirat , menurut pak Ustadz  apapun pekerjaan baik yg kita lakukan insyaAllah akan menjadi ibadah  apakah itu bekerja mencari nafkah, melakukan pekerjaan rumah tangga, bahkan tidur sekalipun... apalagi  Sholat Wajib, Sunnah , puasa,membaca al-Qur'an, Zikir, Zakat Infaq Shodaqoh,  dan sebagainya  insyAllah akan diberikan pahala yg berlipat ganda  , harapan besarnya  atau tujuannya adalah  timbangan pahala amalan kita jauh lebih berat  daripada  dosa - dosa yg telah kita lakukan , sehingga  pada  saat nya  nanti kita bisa dipertemukan  dengan sang khalik , ALLAH SWT di dalam syurganya ...Aamiin yra .

NILAI  Dinar  Mengucapkan :

SELAMAT  HARI  RAYA  IDUL  FITRI 1433 H
MOHON  MAAF  LAHIR  dan  BATHIN