Kamis, 29 April 2010

Apa Yang Terjadi Bila Satu Mata Uang Jatuh...?

Written by Muhaimin Iqbal
Friday, 30 April 2010 07:38
US$ Down

Sekitar tiga belas tahun lalu di awal 1997 serentetan krisis dalam skala regional bermula di Thailand. Di awali dengan hengkangnya para investor karena penurunan pertumbuhan ekonomi negeri itu, krisis kemudian diperburuk dengan ulah spekulator mata uang sampai-sampai bank sentral Thailand harus menguras sampai 90% dari cadangan devisanya hanya untuk mempertahankan nilai tukar uang Baht-nya.

Cilakanya, krisis ini tidak berhenti di Thailand. Negara-negara tetangganya segera tertular dan bahkan yang terparah dan paling sulit sembuhnya adalah negeri kita. Pada puncak krisis nilai uang kertas kita pernah tinggal kurang lebih seperenamnya dari nilai sebelum krisis (Akhir 1996 US$ 1 = Rp 2,350 ; Juli 1998 US$ 1 = Rp 14,000) bila dibandingkan dengan US Dollar. Padahal di negeri dimana krisis berawal; uangnya hanya mengalami koreksi 61 % saja ( Akhir 1996 US$ 1 = Baht 25.50 ; Juli 1998 US$ 1 = Baht 41.12).

Pelajaran pertama yang kita ambil dari krisis 1997/1998 tersebut adalah bahwa krisis financial bersifat sangat menular karena kelemahan system financial global saat ini. Pelajaran keduanya adalah negara-negara yang tertular oleh krisis finansial, bisa menjadi korban yang bahkan lebih parah dari negara yang mengalami krisis yang pertama.

Kini tigabelas tahun kemudian, kita melihat proses penularan krisis berulang. Belum juga dunia sembuh oleh menularnya krisis di Amerika dua tahun lalu, krisis sejenis sekarang siap mewabah di Eropa. Yunani yang menjadi pemicu pertamanya, per kemarin hutang pemerintahnya sudah jatuh ke nilai terendah pada tingkat Junk (sampah !). Krisis Yunani sudah menulari Portugal, Spanyol dan bisa jadi akan segera pula menular ke negara-negara lain.

Pada setiap krisis tersebut; uang kertas selalu hancur di negara-negara yang terkena krisis. Setiap kali pula uang kertas hancur, pelarian utama yang paling mudah bagi masyarakat yang ingin menyelamatkan assetnya adalah ke emas. Tidak heran bila harga emas justru melonjak pada setiap krisis terjadi; pertama karena daya beli uang kertas yang dipakainya menurun, kedua karena dorongan naiknya permintaan.

Sebelum krisis melanda negeri ini 1997/1998; harga emas di Indonesia pada awal 1997 hanya di kisaran Rp 23,400 / gram; di puncak krisis 1998 emas berada pada kisaran harga Rp 147,000/ gram. Meskipun akhirnya sempat membaik ke kisaran angka Rp 65,000-an akhir 1999/awal 2000; perlahan namun pasti harga emas menjulang sampai Rp 340,000/ gram kini. Harga emas saat ini sudah lebih dari 5 kalinya bila dibandingkan harga emas paska krisis, dan 14.5 kalinya dibandingkan harga emas sebelum krisis !.

Grafik yang saya sajikan diatas adalah kenaikan harga emas gradual yang terjadi dalam kondisi normal. Bila dalam kondisi normal saja harga emas naik menjadi lebih 5 kalinya dalam sepuluh tahun terakhir; apa jadinya bila krisis Yunani meluas ?.

Dalam beberapa pekan kedepan seluruh dunia finansial akan melototi bagaimana krisis Yunani ini di handled oleh pemerintahnya dan juga pemerintah negeri-negeri yang saling terkait. Puncaknya adalah tanggal 19 Mei 2010 dimana hutang Yunani senilai 8.5 Milyar Euro akan jatuh tempo.

Kinta memang jauh dari Yunani baik secara fisik maupun keterkaitan ekonomi, ekonomi kita juga lagi baik-baiknya, namun karena tanpa krisispun harga emas naik seperti yang tercermin dari grafik tersebut diatas – maka penyelamatan asset ke emas/Dinar untuk mengamankan hasil jerih payah jangka panjang selalu advisable untuk dilakukan kapan saja. Jangan menunggu krisis menular....!. Wa Allahu A’lam.

Rabu, 28 April 2010

Susu Kambing Malaysia Rasa Jawa, Why...?

Written by Muhaimin Iqbal
Wednesday, 28 April 2010 06:21
Industri Kambing

Ahad lalu kami team dari project Indolaban berkesempatan mengunjungi salah satu peternakan kambing paling modern yang ada di Johor – Malaysia. Meskipun sangat melelahkan karena lokasi kandang kambing yang sekitar 6 jam perjalanan darat dari Kuala Lumpur, insyallah perjalanan ini tidak sia-sia.

Paling tidak, kami team Indolaban berharap bisa ikut membantu program pemerintah yang melalui janji Presiden kita akhir bulan lalu (31/03/2010) di Tulungagung diungkapkan bahwa, "Kami akan membicarakan dan merumuskannya dalam sebuah kebijakan nasional sehingga pengembangan kambing ettawa ini bisa terus berkembang pesat ".

Bagaimana janji tersebut bisa dimplemantasikan ?, setidaknya ada tiga point yang kita bisa ambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh negeri jiran kita.

Pertama kita harus memiliki visi bahwa yang sedang kita bangun adalah sebuah industri spesifik yang terkait dengan perkambingan ini. Bukan sekedar beternak kambing terus kemudian setelah berhasil kambing-kambing kita dan produk yang dihasilkan tetap bernilai rendah untuk standar dunia. Tanpa terbangunnya industri ini, maka kerja keras para peternak kita untuk menghasilkan kambing dan susu – tidak akan memberikan reward yang pantas untuk mereka.

Kedua untuk membangun industri di point pertama tersebut diperlukan standar kwalitas pengelolaan peternakan kita, agar mampu menghasilkan produk dengan standar yang diakui dunia seperti HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) misalnya. Tanpa pencapaian standar seperti ini, produk-produk kambing kita seperti susu dan bahan turunannya akan sulit untuk menembus pasar dunia.

Ketiga untuk pencapaian point 1 dan 2 ; kita harus bisa ‘Kerja Berpasukan’ – bahasa Malaysia yang artinya teamwork. Seluruh stakeholder perkambingan harus bisa bekerja sama, saling mengisi dan menyempurnakan – bukan saling bersaing dan menjatuhkan – sehingga terbangun industri yang kokoh yang siap bersaing dengan industri sejenis di negara lain.

Ironi memang ketika kita melihat berbagai produk berbasis susu kambing seperti moisturizing, body lotion, sabun dlsb. yang kita jumpai di pasaran Indonesia saat ini adalah produk Malaysia – ya antara lain dari peternakan yang kami kunjungi tersebut diatas. Padahal di dalam kandang kambing mereka disana, mayoritas kambingnya ya dari Jawa - Indonesia. Tenaga kerjanya juga sebagiannya dari Indonesia.

Jadi kita kirim kambing-kambing kita dengan harga murah kesana; kemudian juga tenaga-tenaga kasar untuk pemeliharaan kambingnya; namun setelah menghasilkan produk yang mahal – maka produk yang mahal ini balik lagi ke Indonesia. Dibeli oleh orang-orang kaya Indonesia yang mampu membeli sabun mahal susu kambing, juga pelembab tubuh berkwalitas tinggi dari susu kambing.

Mengapa mereka bisa menikmati nilai tambah yang tinggi sedangkan kita belum ?, jawabannya adalah karena mereka sudah bisa membangun industri perkambingannya sedangkan kita baru mencanangkannya. Karena terbangunnya industri ini, peternak mereka tidak terlalu susah untuk memperoleh pakan yang murah, peralatan-peralatan peternakan yang lengkap, obat-obat perkambingan yang tersedia cukup dlsb. Contoh kecil untuk hal ini adalah nipple – semacam dot susu dari logam untuk membuat system pemberian air minum yang cukup bagi kandang kambing, harganya hanya sekitar Rp 45 ribu per buah – tetapi hal-hal kecil demikian tidak mudah kita peroleh di sini – sementara di Malaysia barang seperti ini bahkan bisa kita beli di peternakan kambing yang besar.

Bagaimana hal-hal detil yang nampaknya sepele tetapi sangat dibutuhkan untuk tumbuhnya industri perkambingan yang berkwalitas bisa ditangani ? jawabannya adalah ‘ Kerja Berpasukan’ tadi. Maka bila janji Presiden SBY dalam kesempatan tersebut diatas – bahwa anggaran pengembangan kambing akan masuk pada APBN 2011; maka berikutlah menurut saya prioritas penggunaannya :

1) Biayai riset dan publikasikan hasilnya secara transparan; agar masyarakat luas tahu kelebihan-kelebihan susu kambing, daging kambing dan berbagai potensi lainnya yang terkait dengan kambing.

2) Fasilitasi jalan untuk mempermudah perijinan yang terkait dengan POM, MUI dan sertifikasi internasional HACCP tersebut diatas – agar produk-produk kambing kita mudah diterima pasar, baik domestik maupun internasional.

3) Fasilitasi rakyat untuk mampu belajar mengelola kambing dengan baik dan benar. Contoh gambar diatas adalah kambing yang bisa berbaris rapi untuk diperah susunya, bagaimana bisa membuat kambing berbaris rapi untuk diperah susunya ? – SDM yang mengelola kambing yang pertama harus dilatih untuk mampu mengelola kambing-kambing tersebut. Setelah itu baru dia bisa melatih kambingnya untuk bisa berbaris setiap saat mau diperah susunya.

4) Fasilitasi rakyat untuk memperoleh bibit-bibit unggul kambing secara murah atau bahkan gratis.

5) Bangun jaringan industri dan pemasaran, baik yang terkait dengan kebutuhan bahan/alat bagi para peternak – maupun yang terkait dengan hasil-hasil dari peternakan kambing ini.

Bila terbangun teamwork yang baik antara pemerintah, pengusaha, peternak dan masyarakat pada umumnya; maka sangat bisa jadi industri perkambingan ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan kita yang sesungguhnya. Menggembala kambing adalah apa yang dilakukan oleh seluruh nabi-nabi, maka tidak ada salahnya kita menseriusi urusan perkambingan ini sebagai salah satu upaya untuk membangun kedaulatan ekonomi di negeri ini. Insyallah.

Senin, 26 April 2010

Vision Sharing : Awal Implementasi Sebuah Visi…

Written by Muhaimin Iqbal
Monday, 26 April 2010 06:43

Vision Sharing

Mungkin ini termasuk event yang langka ketika para pembaca dari suatu tulisan di internet kemudian berkumpul secara fisik di suatu tempat mendiskusikan tindak lanjut dari tulisan tersebut. Inilah yang kita lakukan terkait dengan tulisan saya tentang Planet Jamur tanggal 21 Maret 2010 , dan group di Facebook dengan nama yang sama ‘Planet Jamur’ yang kami buat sebagai komunikasi lanjutan atas tulisan tersebut.

Alhamdulillah pada hari Sabtu tanggal 24/04/2010 kemarin sekitar 70-an tamu yang mayoritasnya adalah pembaca situs ini dari berbagai kalangan dan latar belakang, berkumpul mendiskusikan implementasi sebuah ide yang kemudian kami tuangkan dalam Project Planet Jamur.

Ada dua kelompok tindak lanjut dari pertemuan ini yaitu : Kelompok pertama yang tertarik untuk bergerak dalam budi daya Jamur – maka kelompok ini akan menindak lanjutinya dengan belajar budidaya jamur dari A sampai Z di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin. Bila mereka bergerak cepat dan serius dalam budidaya ini, maka insyaallah dalam 3 sampai 6 bulan kedepan mereka sudah akan benar-benar menghasilkan berbagai produksi jamur.

Kelompok kedua adalah yang tertarik dengan distribusinya; maka kelompok ini akan mulai mencari dan menganalisa lokasi-lokasi yang akan dijadikan outlet – outlet dari planet jamur baik untuk skala kecil berupa booth-booth di depan minimarket atau di dalam Mall- Mall, sampai untuk skala full-scale restaurant di perbagai lokasi strategis. Bila mereka bekerja serius – maka insyaallah dalam 3 – 6 bulan kedepan juga akan sudah terbangun jaringan outlet-outlet Planet Jamur tersebut.

Bagaimana dengan permodalan ?, beberapa sumber permodalan yang sudah dimungkinkan adalah dari para investor individu yang tertarik untuk invest di project ini langsung, dari BMT Daarul Muttaqiin dengan konsept Build and Sell dan juga peluang permodalan dari Bank Syariah – yang perwakilannya juga hadir pada acara tersebut – yaitu Bank Syariah Mandiri.

Dari copy darat para pembaca Geraidinar tersebut, juga tersaring secara langsung informasi yang sangat berharga yaitu menu-menu diversifikasi pangan yang akan kita distribusikan melalui jaringan Planet Jamur ini. Mungkin karena international chef yang kami sewa terlalu bersemangat menyajikan makanan-makanan modern berbasis jamur, hasilnya malah tidak terlalu cocok dengan lidah-lidah kita yang hadir.

Dari 11 makanan berbasis jamur yang diuji oleh 70-an tamu tersebut. 10 jenis makanan hanya mendapatkan scor rata-rata lebih dari cukup, tetapi belum sampai derajat enak atau enak sekali. Hanya satu makanan yang mendapat nilai rata-rata lebih dari enak tetapi belum sampai enak sekali.

Dari masukan-masukan ini, kita akan mencari chef-chef atau ahli-ahli masak panganan jamur lainnya untuk menyiapkan berbagai menu alternatif sehingga pada saat outlet kami siap nanti setidaknya ada 10 atau lebih masakan jamur yang mencapai derajat enak atau bahkan ueenak (enak sekali)….:). Bila Anda ahli masak tersebut silahkan mencobanya dan kita test bersama – siapa tahu justru masakan Anda yang akan menjadi menu utama di jaringan Planet Jamur nantinya.

Dengan konsep Lets Do It Together seperti yang kami lontarkan di tulisan tersebut diatas, maka insyaAllah kita akan bisa menghasilkan Healthy and Affordable Food for the Planet yang menjadi visi Planet Jamur. Lebih dari itu, karena jamur dihasilkan oleh tangan-tangan kita bersama dan outletnya juga akan menjadi milik-milik kita – maka kemerdekaan ekonomi insyaAllah juga akan terwujud bagi kita semua….Amin

G 20 Gold Reserve : Siapa Yang Lebih Pinter Dalam Permainan Ini ?


PDF Print E-mail
Written by Muhaimin Iqbal
Friday, 23 April 2010 07:35
G 20 Gold Reserve

Melengkapi tulisan saya sebelumnya dengan judul “What To Do...” dan juga tulisan tanggal 18/11/2009 lalu, kali ini saya ingin memperdalam sedikit tulisan yang terkait dengan cadangan emas negara-negara di dunia. Saya ambilkan kelompok negara-negara G 20 yang konon inilah negara-negara yang paling berpengaruh dalam ekonomi dan system keuangan dunia.

Data yang saya gunakan adalah data yang dikumpulkan oleh World Gold Council terbaru sampai dengan Quarter 3 tahun lalu. Agar mudah dipahami, data ini kemudian saya sajikan dalam dua grafik; pertama grafik disamping yang menggambarkan perubahan cadangan emas masing-masing negara (dalam ton) selama sepuluh tahun terakhir.

Grafik pertama yang saya gunakan adalah grafik logaritmic – agar semua bisa tersaji dalam satu grafik meskipun rentang cadangan negara yang satu dengan yang lain sangat jauh. Dari grafik pertama ini kita bisa melihat bahwa China dan Rusia menaikkan cadangannya secara significant dalam beberapa tahun terakhir.

Kita juga dapat melihat bagaimana Argentina yang mengalami krisis 2001, berhasil merecover posisi cadangan emasnya bahkan menjadi lebih tinggi dari cadangan semula di tahun 2004. Meksiko juga demikian, setelah mengalami trend penurunan sejak 2000 – akhirnya berhasil memulihkan cadangannya dalam dua tahun terakhir.

Lha negeri kita, malah mengalami penurunan cadangan emasnya-nya secara significant (sekitar 24 % dari cadangan sebelumnya) sejak akhir 2006 dan belum nampak upaya untuk memulihkannya – setidaknya berdasarkan data yang disajikan World Gold Council terakhir ini.

G 20 Gold Reserve

Yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah adanya dua trend yang berlawanan arah diantara negara-negara G 20 tersebut seperti yang saya sajikan pada grafik kedua. Grafik ini menunjukkan rasio antara cadangan emas terhadap total cadangan dari masing-masing negara.

Sekelompok negara, secara sangat jelas memiliki trend yang rasio cadangan emasnya naik. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Germany, Italy, Perancis dan negara-negara Uni Eropa secara umum.

Sementara itu negara-negara lain dalam kelompok G 20 – termasuk Indonesia memiliki trend yang menurun atau paling banter tetap. Apa makna dari ini semua ?.

Negara-negara barat yang mengkampanyekan emas jangan dijadikan uang – bahkan dalam salah satu pasal di Article of Agreement of IMF (Article IV, Section 2. B), digunakan sebagai referensi nilai tukar saja tidak boleh – ternyata mereka malah membangun atau setidaknya mengendalikan cadangan emasnya dari waktu kewaktu.

Sementara itu, negeri-negeri yang polos begitu saja mengikuti kampanye anti emas ini tanpa menyadari bahwa cadangan emas mereka menurun secara kwantitas maupun secara rasio dari waktu kewaktu.

Strategi ala rebutan mainan yang dilakukan oleh ponakan-ponakan saya, nampaknya memang juga dilakukan oleh para penguasa keuangan dunia. Patut kita renungkan permainan ini, siapa yang lebih pinter sesungguhnya – kita atau mereka ?. Wa Allahu A’lam.

What To Do Ketika Rupiah Perkasa…?


PDF Print E-mail
Written by Muhaimin Iqbal
Wednesday, 21 April 2010 07:39
Gold Reserves

Hari-hari ini Rupiah mencapai angka terkuat terhadap US$ sejak tiga tahun terakhir dengan nilai Tukar dibawah Rp 9,000/US$. Rupiah memiliki nilai tukar dibawah Rp 9,000/US$ terakhir sebelumnya adalah pada bulan Juni 2007.

Kekuatan Rupiah ini juga bisa dipantau secara lebih akurat melaui Rupiah Index (RIX) yang sudah saya perkenalkan di situs ini sejak Desember 2009 lalu. Bila pada saat saya perkenalkan RIX berada pada angka 56.28; angka RIX tersebut kini berada pada angka 62.97 – kenaikan yang luar biasa selama lima bulan terakhir.

Bagus kah keperkasaan Rupiah ini bagi kita ?; secara umum tentu bagus karena penghasilan kita yang rata-rata dalam Rupiah memiliki daya beli yang lebih baik. Apalagi mengingat berbagai kebutuhan kita seperti bahan pangan, susu, pakaian, komputer, mobil, dlsb. sebagiannya masih harus diimpor.

Hanya saja Rupiah yang terlalu kuat bila berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama, dapat menurunkan daya saing produk-produk ekspor kita. Jadi para otoritas moneter dan perdagangan negeri ini kudu waspada – agar Rupiah tetap perkasa namun tidak sampai menurunkan kemampuan kita untuk menghasilkan devisa.

Lantas apa yang perlu kita lakukan selagi Rupiah perkasa seperti sekarang ini ?. Untuk skala individu, inilah waktu yang baik untuk mengamankan jerih payah kita dalam bentuk benda riil seperti emas/Dinar, mesin-mesin produksi, stok barang dagangan, stok bibit ternak (yang sebagiannya sekarang masih impor) dan lain sebagainya.

Untuk skala negara menurut saya inilah waktu terbaik untuk mengembalikan cadangan emas kita ketingkat yang wajar – minimal setara dengan yang dimiliki oleh negara-negara lain. Kita tahu bahwa Indonesia pernah memiliki cadangan emas sekitar 249 ton tahun 1951; kini cadangan tersebut hanya sekitar 73 ton saja. Bahkan empat tahun yang lalu kita menjual sekitar 24% cadangan emas kita untuk mempercepat pembayaran hutang ke IMF.

Bila kita berhasil mengembalikan cadangan emas kita ketingkat yang pernah kita miliki pada awal kemerdekaan tersebut; maka ini akan mengangkat persentase cadangan emas kita terhadap Total Reserves ketingkat yang kurang lebih sama dengan rata-rata persentase cadangan emas negara lain terhadap Total Reserves-nya masing-masing. Peningkatan cadangan emas inilah yang dilakukan oleh negara-negara di benua Eropa sepanjang sepuluh tahun terakhir (sebelum krisis), sehingga persentase cadangan emas mereka terhadap Total Reserves-nya meningkat dari rata-rata 30 % ke angka rata-rata 55 % seperti yang ditunjukkan oleh grafik diatas yang datanya saya ambil dari data Dewan Emas Dunia (World Gold Council).

Dari grafik yang sama tersebut selama sepuluh tahun terakhir ini, Indonesia memiliki persentase cadangan emas terhadap Total Reserves yang kurang lebih hanya 1/3 dari yang dimiliki oleh negara-negara di dunia. Bila dibandingan dengan persentase sejenis untuk negara-negara Eropa, maka persentase cadangan emas kita terhadap Total Reserves turun dari sekitar 1/10 dari yang dimiliki oleh rata-rata negara-negara di Eropa tersebut 10 tahun lalu, menjadi tinggal kurang lebih 1/18 -nya sekarang. Hal ini karena cadangan emas negara-negara di Eropa naik sedangkan kita malah turun (akhir 2006).

Mengapa cadangan emas ini penting ?; karena semakin besar cadangan emas kita terhadap Total Reserves, semakin stabil daya beli uang kita – semakin aman dari guncangan nilai mata uang seperti yang pernah kita alami secara berulang kali dalam 40 tahun terakhir.

Bila hal ini dilakukan oleh negeri ini, insyaallah ini menjadi “hasil panenan yang dipertahankan di bulirnya” seperti yang dicontohkan oleh Nabi Yusuf A.S. dalam Al-Qur’an ketika menyiapkan rakyatnya untuk menghadapi paceklik panjang. Paceklik panjang di zaman modern ini bisa terjadi melalui hancurnya nilai mata uang seperti yang pernah kita alami tahun 1997/1998.

Bila otoritas negeri ini tidak memandang perlu akan hal ini; maka kita secara pribadi-pun bisa melakukan langkah-langkah antisipatif ini - selagi Rupiah masih perkasa. Wa Allahu A’lam.


Selasa, 20 April 2010

Gold and Goldman…

Written by Muhaimin Iqbal
Monday, 19 April 2010 10:04

Marcus Goldman (1821-1904) adalah nama pendiri investment bank kesohor Goldman Sachs yang kini tengah meramaikan pasar dunia. Sejak didirikan pada tahun 1869, kinerja perusahaan tersebut terus meroket – hingga menjadi portfolio favorit investment guru di jaman modern ini seperti Warren Buffet dlsb.

Namun keperkasaan Goldman kini tengah diuji karena sepanjang akhir pekan lalu, Goldman Sachs dirundung gugatan yang awalnya hanya diajukan oleh US Securities and Exchange Commission (SEC) atas adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh salah satu raksasa financial dunia tersebut. Setelah gugatan awal di negerinya sendiri ini, Goldman nampaknya juga akan menghadapi gugatan sejenis di Eropa oleh pemerintah Jerman.

Lantas apa hubungannya antara tuntutan ke Goldman ini dengan harga emas dunia yang turun drastis akhir pekan lalu ?; bukankah biasanya kalau ada guncangan di bursa saham, harga emas justru naik karena orang mencari pelarian yang aman atas asset investasinya ?.

Kali ini tidak, karena sebagian portfolio yang terkait dengan Goldman juga berupa Gold ETF (Exchange-Traded Fund); gejolak yang menimpa Goldman juga mendorong penjualan investasi berupa Gold ETF ini; Penjualan Gold ETF kemudian mendorong pelepasan cadangan emas yang dimiliki para pengelola Gold ETF tersebut. Pelepasan cadangan emas, mendorong bertambahnya supply emas di pasaran. Penambahan supply ketika demand relatif stabil tentu berdampak menurunkan harga.

Jadi sepanjang pekan ini – tergantung perkembangan tuntutan SEC terhadap Goldman – maka harga emas dunia akan cenderung turun atau rendah. Ini menjadi kesempatan baik bagi yang ingin merencanakan menabung emas/Dinar untuk keperluan jangka panjang. Untuk yang ingin berspekulasi jangka pendek – saya tetap menyarankan jangan, karena prospek harga emas untuk jangka pendek terlalu sulit diprediksi bahkan oleh para ahli sekalipun. Wa Allahu A’lam.

Apa Yang Dilakukan Penghuni Surga Ketika Mereka Masih Di Dunia ?

Written by Muhaimin Iqbal
Friday, 16 April 2010 05:57

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan ?. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rizkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS 51 : 15 – 23)

Surga adalah cita-cita setiap muslim dan kita semua tentu sangat menginginkannya untuk bisa sampai kesana kelak. Surga adalah rakhmat dariNya semata, namun rakhmat ini juga harus diraih dengan perbuatan baik ketika kita masih hidup di dunia. Tantangannya adalah bagaimana kita men-design aktifitas hidup kita sehingga semoga di akhirat nanti atas rakhmatNya kita bisa sampai surga ini. Nah rangkaian ayat-ayat diatas adalah salah satu resep perbuatan baik yang akan dapat membawa pelakunya menuju surga.

Intinya adalah para penghuni surga ini dahulunya – ketika hidup di dunia – mereka adalah orang-orang yang berbuat baik. Perbuatan baik apa yang membuat mereka sampai ke sana ?, dijelaskan dalam ayat-ayat berikutnya yang antara lain adalah :

1) Sedikit sekali tidur di waktu malam, maksudnya banyak beribadah (bertahajud).
2) Banyak-banyak memohon ampun kepadaNya, terutama di akhir-akhir malam.
3) Menyisihkan sebagian hartanya, untuk diberikan kepada orang miskin yang meminta maupun yang tidak meminta.
4) Berbagai tanda-tanda yang ada di bumi, menguatkan keimananNya akan Sang Pencipta.
5) Memperhatikan yang ada pada diri sendiri (juga untuk meningkatkan keimanan kepadaNya).
6) Sebab-sebab rizki-nya ada di langit, dan di langit pula adanya apa yang dijanjikan kepadanya.

Di antara 6 perbuatan baik yang diresepkan Al-Qur’an tersebut, nomor 6 mungkin yang paling sulit dipahami, dihayati dan apalagi di amalkan. Karena ini pula yang terkait dengan tema sentral situs ini, maka perbuatan baik nomor 6 ini yang kita elaborate.

Meskipun jelas-jelas di akhir rangkaian ayat-ayat tersebut Allah memastikan bahwa yang dijanjikanNya pasti benar-benar terjadi – dus termasuk (sebab-sebab) rizki dari langit; berapa banyak diantara kita yang bisa meng-imani ini secara sungguh-sungguh ?. Karena begitu banyak orang yang tidak yakin akan rizki dari langit ini, berbagai masalah muncul dalam masyarakat kita sehari-hari.


1) Kasus korupsi demi korupsi yang terbongkar secara berurutan akhir-akhir ini, tidak lain penyebabnya karena orang mengira bahwa rizki-nya hanya bisa diperoleh melalui jalan korupsi.
2) Ratusan ribu saudari-saudari kita, terpaksa pergi ke nagara lain tanpa muhrim untuk bekerja menyongsong rizki-nya karena mereka mengira sumber-sumber rizkinya ada di negeri-negeri yang jauh tersebut.
3) Entah berapa juta saudara muslim kita harus bekerja menyerempet bahaya bergelut dengan riba, karena mereka mengira bahwa rizki-nya hanya datang melalui tempat kerjanya yang masih ribawi.
4) Berapa juta lagi saudara-saudara kita yang kehilangan kemerdekaannya, terpaksa melaksanakan hal-hal yang bertentangan dengan hati nuraninya – karena takut kehilangan rizki pula.
5) Berapa banyak orang yang mengira bahwa rizki-nya adalah rizki yang ditangan orang lain, sehingga tidak segan-segan merampas hak orang lain tersebut.
6) Berapa banyak orang yang mengira bahwa rizkinya bisa disabot atau direbut oleh orang lain, sehingga mereka pelit berbagi ilmu dan ketrampilan – karena takut ilmu dan ketrampilan yang diajarkan kepada orang lain tersebut menjadi pengurang rizki (menjadi pesaing).
7) Berapa banyak orang yang mengira rizkinya ada di pangkat dan jabatan, sehingga mereka rela menempuh hal-hal yang tidak halal demi untuk mendapatkan pangkat dan jabatannya.
5) dlsb. dlsb.

OK, katakanlah kita ingin secara sungguh-sungguh mengikuti resep-resep perbuatan baik tersebut diatas yang dengan rakhmatNya insyallah dapat membawa kita sampai ke surga , lantas bagaimana konkritnya dengan poin ke 6 tersebut yaitu bagaimana kita menangkap rizki dari langit ?. Salah satunya pernah saya ulas dalam tulisan terpisah dengan judul “Dan di Langit Terdapat Rizkimu…” ; tentu masih banyak lagi cara- cara menangkap rizki dari langit ini; apalagi bila dikaitkan dengan dua ayat sebelumnya yaitu potensi yang ada di bumi dan yang ada pada diri kita masing-masing.

Bagi yang belum PD (Percaya Diri ) untuk mengangkap rizki dari langit ini; kami di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin memberikan fasilitas untuk pelatihan gratis baik dalam bentuk kelas berkelompok, in-house training maupun konsultasi individual.

Di luar itu semua, kita juga harus yakin dengan ayat penutupnya; bahwa yang dijanjikanNya adalah pasti benar !. Jadi mari kita songsong rizki kita langsung dari Sang Maha Pemberi :) .